A LOVE THAT WILL NOT BE OVER

A LOVE THAT WILL NOT BE OVER

  • WpView
    Reads 354
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 30, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kriinggg... Kriiinggg suara jam beker Rama berbunyi, waktu menunjukan pukul 7 pagi. Rama pun langsung bergegas beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Rama merupakan anak miliyader kaya, tapi sayangnya kedua orang tua rama meninggal karena kecelakan pesawat, rama juga terkenal anak yang rendah hati dan tampan badannya yang tinggi berbanding lurus dengan wajahnya yang berhidung mancung dan berlesung pipi. Waktu menunjukan pukul 7:30 rama bergegas menuju pintu keluar rumah, 'ramaaa ini sarapannya tertinggal' suara itu memanggil rama, rama hanya terus menuju pintu keluar rumahnya dan bergegas menuju kesekolah dengan sepedanya. Di tengah perjalanan rama yang terburu-buru melihat seorang gadis cantik yang tengah membantu seorang ibu tua. Rama pun langsung menghampirinya 'apa yang terjadi disini? 'Tanya rama sambil membantu membereskan .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Juragan Tampan &  Gadis Kampung
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Sesal Yang Terlambat
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • ELANG ARDANA [COMPLETE]
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • 36 days with you {saida} [End]
  • BECAUSE NOONA

TERSEDIA JUGA DI GOODNOVEL DENGAN JUDUL MUNAJAT PERAWAN TUA "Untuk apa kamu cemas? Apa putrimu terlibat masalah?,"tanyaku. "Apa aku harus mengatakan dengan jelas? Apa menurutmu sekalipun kamu tidak peduli dengan sekitar tidak akan ada yang peduli denganmu?,"tanya Dirga membuatku mengambil tangannya. "Terima kasih sudah membantu. Aku berhutang budi padamu,"ucapku enggan berkilah. "Jangan mengatakan hutang budi, jika kamu tidak mau membayar,"ucap Dirga. "Kalau begitu katakan. Apa yang bisa ku lakukan untuk membayarnya?,"tanyaku. "Menikahlah dengan ku,"ucap Dirga membuatku melepaskan tangannya. "Apa kamu sudah gila? Kamu pria yang sudah menikah, Dirga. Kamu terlalu jauh,"ucapku memalingkan wajah. "Tapi aku duda,"skak Dirga membuat wajahku pucat seketika. -&- Setiap knot kecepatan melaju menembus Cakrawala, sejauh itu cinta yang ku tinggalkan di setiap jejak awan. Saat roda-roda pesawat tidak lagi menapak di ujung landasan, tersisa lah keikhlasan menerima semua takdir. Berpangku pada bait ayat Allah yang terus terlantun merdu. Tingginya langit yang bisa ku tembus tidak membuatku sedekat sujud di penghujung sajadah. Jika serdadu hanya bisa mematahkan senapan di ujung pertempuran dan cendekiawan yang saling beradu argumen di atas meja mematahkan kebingungan. Lantas apakah tidak mungkin meminta Pencipta ku mematahkan takdir yang menjerat? Update seminggu 2 kali😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines