Prolog
Aku tidak tahu siapa mereka, tapi aku membencinya. Mereka hampir membuatku kehilangan masa depan kalau saja aku tidak segera lari. Hidupku yang menyedihkan, kini bertambah menyedihkan saat aku mengenal mereka.
Aku masih tidak tahu siapa mereka. Disaat-saat tertentu mereka bisa membuatku sangat bahagia, tapi disaat bersamaan juga mampu membuatku bersedih. Maka dari itu aku sangat membencinya. Aku takut, kalau aku sudah mencintai mereka, aku tidak akan bisa melepasnya. Aku juga takut, kalau aku sudah melepas mereka, aku tidak akan bisa meraihnya lagi.
Sampai sekarangpun aku masih tidak tahu siapa mereka. Setahuku, mereka adalah teman, sahabat, kakak, dan adik. Tapi mereka jugabisa jadi musuh, pengkhianat, pembohong, pengecut, munafik, dan pembual. Maka dari itu, aku sangat membencinya.
Dan detik inipun aku masih tidak tahu siapa mereka. Aku memang tidak mau tahu. Itu karena aku ingin melarikan diri dari kehidupanku di sini. Dari semua sakit hati dan kekacauan yang aku lalui sebelumnya. Mengenal mereka seperti sebuah kejutan besar. Tapi aku kemudian menyadari aku tidak ingin lari lagi. Aku lelah hingga aku ingin segera mengakhirinya. Dan aku sangat senang dan puas dengan keputusanku. Kemudian, sekali lagi aku akan berbohong jika mengatakan kalau mereka bukan bagian dari alasan ketidakingintahuanku itu.
Dan sekali lagi, aku tidak bisa menyangkal pada diriku sendiri,
Kalau kenyataannya aku memang tidak bisa membenci mereka terlalu lama,
Karena pada dasarnya aku tahu,
Kalau aku sangat mencintai mereka melebihi apapun...
"Hyerin-ah tolong maafkan aku. Aku tau aku adalah suami dan ayah yang sangat jahat dan kesalahanku tidak dapat dimaafkan. Jujur aku menyesal. Bohong jika aku mengatakan kalau aku tidak mencintaimu, sungguh aku sangat sangat mencintaimu. Saranghae Park Hyerin" - Park Jimin
"Kenapa kau begitu jahat padaku? Aku tau semua berawal dari orang tua kita. Tapi tak bisakah dirimu menerimaku? Sungguh kau adalah pria terjahat dan sangat brengsek yang aku kenal tapi kamu adalah pria yang juga aku sangat cintai bahkan melebihi diriku. seburuk apapun kelakuanmu padaku kau tetaplah suamiku, ayah dari anak-anakku. Nado Saranghae Park Jimin" - Kim Hyerin/Park Hyerin
"Ayah, mengapa kau selalu menyakiti bundaku? Orang yang sudah merawatku sejak kecil dan selalu menggantikan sosokmu saat aku merindukanmu. Apakah sebegitu bencikah diri ayah padaku? Atau saat aku masih di perut bunda aku pernah membuat bunda menangis sehingga kau sangat marah padaku dan menjauhiku? Aku ingin punya ayah seperti teman-teman ku di sekolah. Mendapat pelukan hangat dan selalu di ajak jalan-jalan oleh ayah sudah membuatku senang. Tapi kapan itu akan terjadi padaku. Kata bunda suatu saat ayah pasti akan menyanyangiku juga seperti aku menyayangi ayah dan bunda. Saranghae ayah Jimin saranghae bunda Hyerin" - Park Ahra