Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
An Unexpected Attack

An Unexpected Attack

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 24, 2016
Prolog Aku tidak tahu siapa mereka, tapi aku membencinya. Mereka hampir membuatku kehilangan masa depan kalau saja aku tidak segera lari. Hidupku yang menyedihkan, kini bertambah menyedihkan saat aku mengenal mereka. Aku masih tidak tahu siapa mereka. Disaat-saat tertentu mereka bisa membuatku sangat bahagia, tapi disaat bersamaan juga mampu membuatku bersedih. Maka dari itu aku sangat membencinya. Aku takut, kalau aku sudah mencintai mereka, aku tidak akan bisa melepasnya. Aku juga takut, kalau aku sudah melepas mereka, aku tidak akan bisa meraihnya lagi. Sampai sekarangpun aku masih tidak tahu siapa mereka. Setahuku, mereka adalah teman, sahabat, kakak, dan adik. Tapi mereka jugabisa jadi musuh, pengkhianat, pembohong, pengecut, munafik, dan pembual. Maka dari itu, aku sangat membencinya. Dan detik inipun aku masih tidak tahu siapa mereka. Aku memang tidak mau tahu. Itu karena aku ingin melarikan diri dari kehidupanku di sini. Dari semua sakit hati dan kekacauan yang aku lalui sebelumnya. Mengenal mereka seperti sebuah kejutan besar. Tapi aku kemudian menyadari aku tidak ingin lari lagi. Aku lelah hingga aku ingin segera mengakhirinya. Dan aku sangat senang dan puas dengan keputusanku. Kemudian, sekali lagi aku akan berbohong jika mengatakan kalau mereka bukan bagian dari alasan ketidakingintahuanku itu. Dan sekali lagi, aku tidak bisa menyangkal pada diriku sendiri, Kalau kenyataannya aku memang tidak bisa membenci mereka terlalu lama, Karena pada dasarnya aku tahu, Kalau aku sangat mencintai mereka melebihi apapun...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • ALVIN (On Going)
  • SERENDIPITY (Jungkok & Yumna)
  • Ambiguous
  • King of Demigod : Into The New World
  • MY BROTHER FOREVER BUT NOT UNITED
  • FORGIVE ME [PJM] COMPLETE
  • LATE.. [END]
  • Fighting!

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines