Tepi Tanpa Batas

Tepi Tanpa Batas

  • WpView
    Bacaan 231
  • WpVote
    Undian 3
  • WpPart
    Bahagian 7
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Okt 24, 2016
Kamu akan sedih, kamu akan menangis, kamu akan menghilang dari kehidupan. Kamu akan bahagia, kamu akan tertawa, namun tetap saja kamu tidak mungkin hidup selamanya. Kamu terus berlari, atau hanya berjalan seakan tidak dikejar oleh detik-detik sisa masa. Kamu tidak akan pernah punya cukup waktu, Karena setiap tepi yang mengelilingimu ini senantiasa menanti kejatuhanmu. Pada akhirnya kamu hanya akan terjatuh, lalu lenyap tak berbekas. Maka sebelum kamu hilang dari peradaban, apakah kamu punya sesuatu untuk ditinggalkan? Sebelum eksistensimu dipertanyakan atau justru terhapus dan terlupakan. Aku tanya sekali lagi, apakah kamu pantas dikenang? Jangan hidup seperti "dirinya" Dia yang berpikir dirinya bahagia dan seterusnya akan tetap sama, akan terus bahagia selamanya. Dusta. Kenapa? Coba baca saja
Hak Cipta Terpelihara
#513
death
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • CREATING LOVE
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • The Destroyed House || Ice Allexan Allvaro [Selesai]
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Run Away (Jakarta)
  • Wait for me, ok? (Tamat)
  • Save and Protect
  • TIME will TELL {On Going}

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi