Story cover for Expectation by omilkyway
Expectation
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Oct 24, 2016
Lihat, sepatuku usang. Huh, bahkan alasnya sudah menganga seperti mulut buaya!

Duhai, lirik sana, sepatunya bagus sekali. Pakaiannya rapi, kulitnya bersih.

Sebersit rasa iri mencuat. Kemudian, mata ini terpejam, berharap tinggi bisa menjadi sepertinya.

Copyright © 2016 OMILKYWAY
All Rights Reserved
Sign up to add Expectation to your library and receive updates
or
#8grateful
Content Guidelines
You may also like
Not Me & Not Mine by elsyaqif
22 parts Ongoing Mature
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
You may also like
Slide 1 of 8
Alasannya, Dibenci Kehidupan cover
Not Me & Not Mine cover
Arash's Mission cover
Me Become An Extra (Arvie) ✓ cover
short story moy cover
Jadi Baby?! [Lengkap] cover
Stories ✔ cover
Kumpulan Cerpen cover

Alasannya, Dibenci Kehidupan

20 parts Complete

Dia, katanya, pernah ingin mati saja. Alasannya? Banyak. Burung camar pernah seenaknya mematuki masa lalunya, dia bilang. Tali sepatunya terlepas dan ia malas mengikatnya lagi, dia bilang. Tapi dia masih hidup. Dia, katanya, dibenci oleh kehidupannya sendiri. Ia tak peduli jika dirinya mati, dia bilang. Tak peduli kalau orang lain hidup atau mati, dia bilang. Berusaha mencari arti hidup itu sia-sia, dia bilang. Tapi dia masih hidup. •夢実• Sebuah cerita pendek, fiksi lagu kontemporer. ‼️Peringatan!‼️ ‼️15+‼️ Berisi konten berupa bahasa kasar dan pemikiran yang mungkin tidak sesuai dengan latar belakang pembaca. Harap memperhatikan peringatan ini untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman - yang mungkin saja berbahaya nantinya - antara penulis dan pembaca. {Tapi kalo udah baca peringatan di atas dan masih pengen baca, jangan salahkan saya kalo ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa diterima. Saya berusaha membuat konten yang bisa dinikmati banyak kalangan, tetapi ada hal-hal yang perlu dipertahankan demi kesesuaian alur. Mohon pengertiannya :)} ©2020 Phantazein_402. All Rights Reserved.