Hidupmu Hidupku

Hidupmu Hidupku

  • WpView
    Reads 1,026
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 12, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam detik-detik akhir kehidupan, seseorang mengingat seluruh momen hidupnya. Seluruh momen sejak mereka belajar berjalan dan memperkenalkan mereka ke dunia. Pada waktu yang lambat bergulir tersebut. Impian mereka juga ikut muncul dalam pikiran yang telah pasrah menyerahkan hidupnya. Itulah yang Yanuar alami. Ketika tulang-tulangnya telah patah. Segala kenangan dan mimpi yang telah dia lupakan kembali muncul. Tidak ada kenangan yang indah baginya, orang yang paling berhak memberinya kenangan hanya menggoreskan ingatan pahit, memupuskan segala harapannya. Lalu apa yang seseorang harapkan jika cahaya hidupnya hilang karena dirinya, dan orang tersebut hanya bisa memandang cahaya tersebut padam didepan matanya? Orang itu hanya bisa mengharapkan waktu berputar balik untuknya. Lantas jika memang waktu berputar balik untuk orang tersebut, apakah itu termasuk mukjizat ataukah kutukan? Inilah kisahnya, kisah mereka.
All Rights Reserved
#14
sliceoflive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Nathalea
  • Jejak Waktu [Complete]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Dari Luka Untuk Tawa✓

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines