"Kau tidak bisa memilih akan terlahir di keluarga seperti apa, dengan rupa dan takdir yang bagaimana."
Demikian sepenggal kalimat yang tidak pernah sirna dari benak Denis, remaja 17 tahun yang tinggal sendiri semenjak diasingkan oleh keluarganya.
Semua itu karena kutukan yang bersarang di dalam dirinya, tapi Denis sangat bersyukur, karena kutukan itu ia bisa hidup tenang dari semua aturan keluarga aristrokatnya yang tidak bisa dibantah.
Namun, kutukan sejatinya tetaplah kemalangan bagi yang memilikinya. Seseorang memburu Denis, menginginkan pemuda itu mati; seorang gadis bernama Andrusha yang juga seumuran dengannya.
Demi mendapatkan Denis, gadis itu rela pindah ke sekolah yang sama dengan Denis, meski ia harus jauh dari rumahnya yang terletak di sebuah perkampungan kecil di dekat hutan.
Tapi, bukan hanya Andrusha yang mengincarnya. Seorang laki-laki bernama Hunter, terikat masa lalu yang kejam dengan Denis, dan ia menuntut balas atas dendamnya pada Denis.
Cerita ini, untuk membuktikan pada kalian, sesungguhnya dongeng yang selama ini kalian anggap fiktif itu adalah nyata.
Aku hanya bisa mengingatkan, untuk jangan melawan setiap tarikan yang membuat kalian larut dalam cerita ini.
Semakin kalian melawan, kalian akan terperangkap lebih lama tanpa menemukan jalan keluar.
Dalam novel dewasa berjudul Aggressive, Peony adalah tokoh figuran dan 'mainan ranjang' sang antagonis gila sekaligus second male lead; Kaisar Khezar. Di awal cerita, Peony mati dibunuh Kaisar dalam keadaan mengandung buah hati mereka.
Peony, yang namanya sama dengan tokoh tersebut, hidup kembali sebagai Peony dalam novel Aggressive dan memilih untuk mati lebih awal daripada harus menjadi budak Kaisar yang ujung-ujungnya akan tetap mati juga.
Hanya saja Peony takut bunuh diri sehingga yang dia lakukan adalah mengganggu Kaisar Khezar agar Kaisar marah dan langsung membunuhnya.
Tapi ...,
"Yang Mulia, tolong bunuh aku!" teriak Peony. "Bunuh saja aku!"
"Apa kau bilang? Cium?" Kembali Khezar mendaratkan ciuman singkat di bibir Peony setelah beberapa ciuman sebelumnya. "Sudah. Mau lagi, hm?"
Bukankah Kaisar Khezar benar-benar gila?
@kandthinkabout