can you feel it?

can you feel it?

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 24, 2016
Apakah kau akan tahu kalau aku mencintaimu hanya ketika aku menyatakannya setiap detik? Aku memanglah orang yang tak pandai menyatakan cinta. Tapi inilah aku. Aku mencintaimu dengan tulus. Aku tidak perlu berkoar untuk menjelaskan betapa aku mencintaimu. Aku hanya perlu menunggu. Ya.... menunggu sang waktu yang akan menjelaskannya. Karna aku selalu percaya bahwa sebuah pantian yang tulus yang akan menjelaskannya. a/n: hai, ini adalah cerita pertama aku. aku memang tidak pandai dalam menulis cerita. tapi aku ingin mencoba. ya.... aku ingin mencoba menulis sebuah kisah. aku harap kalian suka....... Please vote and comment #please dont copy my story, ok?
Todos los derechos reservados
#455
penantian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Misunderstand
  • Friend Zone ! [END]
  • Aerilyn
  • Semu [Completed]
  • STAY WITH ME (ON GOING)
  • Sekali Lagi (End)
  • Dia Pacarku! (21+)
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Still The Same
  • I'm Your Lover

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido