Ketika Waktu Saling Menyapa

Ketika Waktu Saling Menyapa

  • WpView
    Reads 4,655
  • WpVote
    Votes 454
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 8, 2017
"Gue sayang sama lo! Lo gak mau kan gue nangis" kata gadis itu. "Sudahlah, lo bisa cari cowok lain ketika lo sedang kesepian. Lo gak perlu nangisin gue". Jawab cowok itu sambil mengelus-ngelus rambut gadis kesayangannya. "Tapi... " gadis itu malah semakin keras menangisnya sampai ia menjatuhkan kepalanya di dada cowok kesayangannya itu. "Liat mata gue, gue akan selalu sayang sama lo. Gue akan merindukan lo dan gue akan selalu ingat sama lo Nes". Jawab cowok itu sambil memegang erat tangan gadisnya. "Gue harus pergi sekarang. Jika suatu saat nanti waktu mempertemukan kita lagi. Gue janji gue akan nemenin lo selamanya " tambah cowok itu lagi. "Dan gue pesan sama lo, jangan pernah menangis sendirian. Sekalipun lo gak bisa membendungnya. Menangislah ketika lo ditemanin oleh seseorang" pesan cowok itu. Cowok itu pun mengecup kening gadisnya sebagai salam perpisahan. Dan akhirnya ia meninggalkan gadisnya sendirian. Tapi apa yang akan terjadi suatu saat nanti?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • sorry, flora..
  • Step Backward
  • Mantan Terindah
  • Dia Anggana.
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Ini Akhir Dari Kita?
  • DUNIA FLORA
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Caramel Latte (FreFlo) ✓

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines