Love Story

Love Story

  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 2, 2017
Namaku Amellyna. Terkadang aku dipanggil "Mell", dan juga terkadang aku dipanggil "Amel". Terserah kalian mau manggil aku apa. Sedikit cerita, Aku mencintai seorang lelaki yang pertama kali kutemui di bandara. Ternyata kami bertetangga. Hingga akhirnya, bagiku ia adalah racun yang menyakitkan, selalu menyelimuti hatiku. Sakit gak sih kalau kalian jadi aku? :(
All Rights Reserved
#733
star
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • My Feeling [SUDAH TERBIT]
  • CARE [Tahap Revisi]
  • Caramel (END)
  • U are
  • Mentari Tanpa Sinar
  • SOMEDAY [completed]
  • GAMEL (NEW STORY)
  • Seperti Bintang ✔️(SHORT STORY)
  • It HURTS
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines