Happy Because You

Happy Because You

  • WpView
    Membaca 7,755
  • WpVote
    Vote 170
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 26, 2017
Sejak sakit merampas tubuh Adia perlahan tapi pasti. Dunia Adia menjadi sepi dan sunyi. Ketika penyakit itu terus menjalar ke telinga nya. Tuli dan tak lagi bisa bermain harpa, untuk mengejar sang kakak yang semakin jauh meninggalkannya kedepan. Pelarian Adia adalah cinta pertamanya, yang selalu membawanya menikmati indah awan biru dilangit dari rumah pohon yang di bangun ayah nya. Tetapi kesedihan datang terus menerus. Cinta pertamanya pergi. Kakak dan ayah nya meninggal karena pesawat yang ditumpanginya jatuh. kakaknya meninggal saat kecelakaan itu. Tinggalah adia yang sendiri. Menahan dan memikul beban berat ini. Pelarian nya adalah menatap langit biru bersama sahabat nya Fio. Sambil berusaha bermain harpa agar ibunya tak sedih lagi. Lalu seseorang datang mengenalkan Adia pada indahnya pelangi setelah hujan turun. Siapakah dia? Apakah dia cinta pertamanya? Dan mampukah dia mengusir mendung kesunyian di hati adia dengan indah nya pelangi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#277
loves
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • A New Beginning
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • My Heart
  • Kita Sembuh Bareng?
  • The Boat of Blossoms
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹]
  • Semu [Completed]
  • Take You Back

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan