We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 24, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Haruskahku mati karenamu.. Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu .. Haruskah rela kan hidupku, hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku.~ Lagu itu mengalun keras ditelingaku saatku tengah mendengarkannya sambil terduduk diatas balkon kamarku menatap nanar langit kelam yang sama seperti keadaanku. Rasa hati yang menyisakan sayatan - sayatan kepedihan kini timbul ke permukaan semakin menambah kepedihanku saat menerima kenyataan ini. Luka yang begitu menganga, serpihan kepingan hati yang telah hancur lebur setelah apa yang dilihatnya itu.. Alfiana Utami. Ya itu namaku. Lihatlah kisah hidup ku sekarang, entah berakhir dengan kesedihan yang berakhir mengenaskan ataupun kebahagiaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Dan lihatlah lalu pahami......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • peluk yang ku rindu
  • Tentang Kita (On Going)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • For My Heart
  • Sebelum Luka
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • AKHIR SEBUAH PENANTIAN
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]

Senyumnya terpatri di langit senja, suaranya lirih menyatu dengan angin yang menyapu dedaunan. Aku mencarinya dalam keheningan malam, dalam wangi tanah basah sehabis hujan seakan ia baru saja melangkah pergi, tetapi tak pernah kembali. Rumah yang dulu hangat menjadi sunyi. Aku mencarinya di antara lemari kayu tua, dalam lipatan kainnya yang masih menyimpan aroma kasih. Aku menelusuri jejaknya di dapur yang kini dingin, pada sendok yang tak lagi ia genggam. Kehilangan bukan sekedar tiadanya raga, tetapi kehampaan yang merayap di sudut-sudut hati. Namun, di antara air mata, aku belajar bahwa ia tak benar-benar pergi. Ia tetap hidup dalam setiap doa, dalam kehangatan yang di tinggalkannya, dan dalam hati yang terus menyebut namanya. Sebab yang benar-benar pergi hanyalah raga, sementara kasih sayangnya akan selalu abadi. DI LARANG PLAGIAT!!!!!❌❌❌ TYPO BERTEBARAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines