
Nanar mataku menatap si Jelita yang berbicara, sembari tersenyum genit manja, terasa menggoda Ratama. Gelegak lahar panas, tak tertahan, mengalir deras, memenuhi rongga dada menuju kepala. Kubiarkan mereka masih bertegur sapa, bertukar kata, sesekali menjamah terjamah tertahan dalam rasa...Todos los derechos reservados
1 parte