Xavier Giovano Yahya

Xavier Giovano Yahya

  • WpView
    Reads 57,217
  • WpVote
    Votes 1,437
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 4, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir yang mempertemukan kita takdir yang menyatukan kita takdir pula yang memisahkan kita.. akan kah takdir mempertemukn kita lagi? Gia Veronica Handayani, seorang perempuan biasa yang percaya akan cinta. ia hidup dengan bahagia bersama keluarga dan kebahagiaannya itu bertambah saat ia bertemu dengan seorang pria yang telah mencuri hatinya.. semuanya baik-baik saja hingga suatu saat Gia dan kekasih hatinya itu, Cendric Abimayu Yahya, melakukan kesalahan yang sangat fatal hingga Gia mengandung darah daging Cendric. mengetahui itu, orang tua Gia pun mengusir Gia dari rumah karena telah mencoreng nama baik keluarga Handayani yang memang merupakan keluarga terhormat. Gia yang tengah mengandung dan tak punya tempat untuk bernaung tak tahu harus kemana. ia tak ingin memberitahu Cendric karena hal ini pasti akan mempengaruhi masa depan Cendric. Maka dari itu, Gia memutuskan untuk tinggal di sebuah panti asuhan untuk sementara bekerja disana. akan kah Gia dan Cendric dapat bertemu kembali? lalu bagaimana apabila Cendric mengetahui bahwa Gia hamil anaknya?
All Rights Reserved
#368
singleparent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • MY BEAUTIFUL MAID
  • Jeya✔️
  • Rumah Retak
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Serendipity
  • RENJANA DERANA [END]
  • (Bukan) Keluarga
  • MAFIA FAMILY ||SVT||✔

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]

More details
WpActionLinkContent Guidelines