kau, kan tetap kau

kau, kan tetap kau

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2016
Angin perlahan meniup daun di sekitar pekarangan. Samar-samar dia tersenyum, sudah lama dia menunggu. "Harumnya menggoda" sambil tersenyum dia terus menatapnya. .... "Wah, mentari akan datang. Aku harus siap-siap" ucapnya dengan balutan warna ungu di tubuhnya. Dia terus sibuk menanti mentari sehingga tidak pernah menyadari sesosok dibalik pepohonan yang setia menatapnya. _______ yang tiba2 membaca, terima kasih salam gulita malam ????
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • She(r)
  • Goresan Takdir
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines