LDR
  • WpView
    Reads 533
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 11, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis dan seorang lelaki duduk di bangku taman komplek rumah mereka seperti biasa seraya menatap langit malam yang terasa indah dimata mereka. "Langit malam ini indah banget ya" seru gadis itu. "Iya, seindah mata lo" jawab lelaki yang ada di samping gadis itu "Kalo gue pergi, lo masih mau nggak mempertahanin hubungan kita walaupun bakal ada jarak yang memisahkan kita?" Tanya gadis itu seraya masih terfokuskan oleh indahnya langit malam hari ini. "Mau sejauh mana lo pergi, gue bakal selalu setia buat lo walaupun kita LDR, karna bagi gue lo yang terakhir buat hati gue" Jawab lelaki itu dengan tulus namun tersirat nada serius didalamnya. "Gue nggak mau maksain lo, kalo lo bosan lo bisa akhiri hubungan kita dan mungkin di dunia ini masih ada cewek yang lebih dari gue" jawab gadis itu dengan pasrah. "Gue nggak maksain diri gue Rin, sebelum kita jadian gue udah punya pendirian dari awal untuk jadiin lo yang terakhir di hati gue" ucap lelaki itu dengan tulus. "Promises?" Jawab Gadis itu dengan suara yang sedikit bergetar lalu menatap lelaki disebelahnya seraya mengangkat jari kelingkingnya dan menunjukannya di hadapan lelaki itu "Promise" Jawab lelaki itu lalu melakukan hal yang sama dan menautkan jari kelingkingnya dengan erat di jari kelingkin gadis yang ada di hadapannya.
All Rights Reserved
#217
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Where's Home
  • OUR PROMISE.
  • TOXIC Relationship
  • Arsyilazka
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Broken
  • Regrets of Love
  • Effort ( COMPLETED )
  • Aderaga [ON GOING]

"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines