Pantaskah Aku Berada Disisimu 18+

Pantaskah Aku Berada Disisimu 18+

  • WpView
    Reads 98,417
  • WpVote
    Votes 1,394
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 15, 2017
6 tahun yang lalu, saat SMA aku mengejarnya. Dia adalah cinta pertamaku. 2 tahun itu aku hanya bisa mencintainya dalam diam. Seseorang yang benar-benar mencintaiku, pasti tidak akan pernah menyuruhku untuk menjadi seperti orang lain. Kecewa... Sudah pasti. Aku berusaha untuk menjadi yang terbaik agar aku pantas berada disisimu. Mungkin, saat ini kita tidak dipersatukan untuk menjalin sebuah hubungan. Tapi aku yakin kita akan bersatu di masa depan. *** Namun akhirnya pengorbananku tak sia-sia.. Kini aku hidup dengannya dalam suatu ikatan pernikahan.
All Rights Reserved
#949
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still You (END)
  • See You Goodbye
  • Takdirku Memilihmu
  • MY PERFECT HUSBAND:Kth❤😘😍😙
  • Eustoma
  • luka sekaligus obatnya (end)
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Cinta Istri Pengganti✔
  • seribu tanya tak terjawab

Aku mengantarkannya hingga sukses, saat Ia masih bukan siapa-siapa, aku mendampinginya, menyemangati, bahkan membantunya dengan segala kemampuanku hingga aku kelelahan dan berkali-kali keguguran, aku dan Kaivan begitu sedih, tapi aku harus kembali kuat dan menguatkannya demi cita-cita kami. Dulu, aku percaya jika cinta yang aku punya cukup untuknya, hanya diriku yang dibutuhkannya, Ia akan setia padaku. Namun, semua salah, sejak Ia banyak mendulang kesuksesan pada setiap usahanya, dengan alasan sibuk, aku sering ditinggalkan, terbersit dalam fikiranku jika Ia tidak lagi membutuhkan aku, tapi aku hempaskan semua fikiran itu, aku meyakini jika aku harus memberi kepercayaan padanya. Aku menyibukkan diri melakukan hal lain, sangat membantu untuk menghilangkan rasa kesepian yang aku rasakan, aku mengembangkan usahaku, hasilnya diluar perkiraanku, aku pun mendulang sukses karena memiliki banyak pelajaran dan pengalaman berusaha dengan Kaivan. Sementara Kaivan semakin sibuk dengan dunianya, semakin mengabaikan aku. Perlahan, semua tabir terbuka, Ia yang aku percayai teganya mengkhianati cintaku. Aku menangis, meraung, menjerit tidak terima, berbulan-bulan aku menahannya, selalu menunggunya untuk berbicara dari hati ke hati, berusaha mempertahankan rumah tangga kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines