Nunc Scio Quid Sit Amor
  • Reads 29,446
  • Votes 383
  • Parts 5
  • Reads 29,446
  • Votes 383
  • Parts 5
Complete, First published Oct 29, 2016
Mature
"Kadang Tuhan memilih sesuatu yang tidak kita sukai. Kadang kita memilih sesuatu yang Tuhan benci. Mungkin aku membencimu tanpa alasan. Tapi aku tak punya alasan membenci pilihan Tuhan."

Menjadi idola tentu saja memiliki fans. Dan itu adalah hal yang mudah bagi Galang Alehandro. Aktor tampan dengan sejuta prestasi dan sensasi. 

Lorena Nurohman. Gadis sederhana. Mahasiswi baru. Obsesi menjadi pengacara. Tidak suka drama dan membenci kehidupan para aktor yang serba glamour. 

Mereka bertemu. Menjadi menit yang mengubah seluruh hidup mereka. 

Apa yang terjadi?

***

To Hate To Be Love, aku tulis sejak sekitar tahun 2007, sudah pernah aku cetak secara Selfpublish pada 2013 lalu, tapi hasil diluar harapan. Aku juga masih sangat buruk menulisnya. Sebelumnya aku jatuh cinta dengan judul ini. Selanjutnya benar-benar membuat jadi sebuah cerita. Proses yang cukup lama. Tervermentasi cukup lama juga. 
Semoga kalian bisa menerima ceritaku sebagai bagian dari cerita kalian. 

Selamat membaca!😉
All Rights Reserved
Sign up to add Nunc Scio Quid Sit Amor to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
The Boss is My Roommate [21+] cover
Hyper cover
Bosku Istriku [SELESAI] cover
Dark Love cover
NDORO KARSO (DELETE SEBAGIAN)  cover
Trapped With My Brother Friend cover
Give Me Your Sandwich! [END] cover
GAVIN 21+ cover
Transmigrasi Seksi Bumil  cover

The Boss is My Roommate [21+]

58 parts Complete

"Aku mau lakuin itu sama kamu, Pak." Cerita tentang Pita mengeksplor banyak hal baru dalam hidup ketika Airlangga menawarkan sebuah kamar di apartemen pribadinya. Pita hanya seorang gadis 22 tahun yang masih belum menemukan arah untuk masa depannya. Hidupnya selama ini hanya berputar pada keluarganya. Namun, transisi menjadi dewasa menyadarkannya bahwa banyak hal besar yang belum pernah ia ketahui. Sampai takdir mempertemukannya dengan Airlangga, dan dengan kesadaran penuh menginginkan sesuatu yang selama ini menjadi larangan untuknya. Airlangga hanya pria yang hampir mencapai kepala 4 di masa hidupnya. Fokusnya hanya pada pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaannya. Tidak pernah sekali terbesit untuk mengalihkan perhatiannya pada hal lain, apalagi seorang perempuan. Namun, semua berubah ketika secara impulsif dia menawarkan sebuah kamar untuk tempat bernaung Pita. Terlebih Pita seperti epitome dari kemurnian yang sulit untuk ditolak. Mature and adult theme Age gap Office romance Sex scene 18+ 21+