Pendekar Blo'on

Pendekar Blo'on

  • WpView
    LECTURAS 171,251
  • WpVote
    Votos 2,455
  • WpPart
    Partes 46
WpMetadataReadConcluida dom, oct 30, 2016
WpInfo
Ficción
Romance
"Hai, sekarang aku tahu namaku!" bukan jawab pertanyaan tetapi blo'on itu malah berteriak semaunya sendiri. "Siapa?" seru dara itu yang tanpa disadari ikut terhanyut dalam gelombang keblo'onan. "Wan-ong-kiam !" Walet Kuning terkejut, hampir tertawa tetapi cepat menyengir, "Jangan gila-gilaan! Engkau tahu apa artinya Wan-ong-kiam itu?" Pemuda blo'on gelengkan kepala. "Wan-ong itu artinya penasaran dan kiam Itu pedang." "Apakah maksudmu memakai nama itu?" "Entahlah aku tak tahu. Aku menemukan Wan-ong-kiam dan nama itu terus kupakai. Aku tak peduli apa artinya. Pedang Penasaran atau Pedang Buntung, itu bukan soal. Engkau boleh panggil begitu atau kalau keberatan, panggil saja Wan-ong atau Ong-kiam atau apa saja yang engkau senangi ..." Si dara tak mau melayani ocehan pemuda blo'on yang makin tak keruan itu. la menuding dan membentaknya dengan marah: "Engkau pembunuh suhu..." Belum nona itu menyelesaikan kata-kata, pemuda bloon sudah menukas : "Tidak . . . !" "Bangsat, serahkan jiwamu !" tiba-tiba Si Rajawali Mata Biru loncat menyerangnya lagi. Selama su-moaynya sedang bicara dengan pemuda blo'on, dia menghampiri dan memeriksa mayat suhunya. Ketika memeriksa tanaman mustika Liong-si-jau telah lenyap, ia makin terkejut. Tepat pada, saat itu ia mendengar pemuda blo'on mengatakan bernama Wan-ong-kiam. Padahal iapun membaca tulisan pada pedang yang menancap dipunggung suhunya itu berbunyi Wan-ong-kiam. Ya, jelaslah kalau pemuda blo'on itu yang membunuh suhunya. Maka cepat ia loncat menyerangnya. Karena ketakutan pemuda blo'on itu loncat ke samping, maksudnya hendak menghindar. Tetapi entah bagaimana gerak loncatannya itu sedemikian pesat sehingga ia tak dapat menguasai diri dan membentur karang. Dukkkk...! "Aduh!" ia jatuh terduduk, menjerit kesakitan seraya mendekap dahinya yang benjol berdarah.
Todos los derechos reservados
#1
bloon
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Saya Bosmu, Bukan Istrimu
  • Laron Penghisap Darah - Huang Ying
  • THE BADASS SLAVE
  • ( END ) Save The Villain
  • Damn! After falling in love online with an octopus, he went crazy!
  • Pendekar Wanita Baju Putih (Pek I Lihiap) - ASKPH

Dia menjelajahi buku tersebut dan menjadi bos wanita Long Aotian. Dalam novel aslinya, Su Chanxi merampas penghargaan Long Aotian, tetapi karena kasus tersebut melibatkan tokoh penting, dia dijebloskan ke penjara dan kehilangan segalanya. Pada akhirnya, dia dibunuh oleh Long Aotian dengan pedang. Demi mengubah kematian yang tak terelakkan, Su Chanxi memutuskan untuk menjauhi kasus-kasus besar itu, dan tidak lagi memonopoli pujian atas Long Aotian, melainkan juga membantunya lebih banyak lagi. Long Aotian juga membuat kemajuan pesat dan memasuki kelas atas. Dia dan dia tidak lagi berasal dari dunia yang sama. Kupikir aku bisa hidup santai mendengarkan musik di rumah bordil, tapi siapa sangka kaisar akan menyukaiku. "Yang terhormat Menteri Su, datanglah ke ruang kerja saya malam ini. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Anda." Mata sang kaisar penuh dengan keserakahan. Long Aotian, mengenakan jubah resmi berwarna merah cerah, tiba-tiba menghunus pedangnya, dan dua orang berjalan keluar dari sisinya dan segera tahu bahwa nyawa kaisar dalam bahaya. "Terima kasih...terima kasih." "Sama-sama. Sekarang giliranku." Di depan tatapan mata Su Chanxi yang terperangah, Jiang Shuzhi melilitkan karangan bunga dengan erat di leher seputih saljunya. "Apa maksudmu?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido