Story cover for Red Lips by JenriniPutri
Red Lips
  • WpView
    Membaca 10,056
  • WpVote
    Vote 172
  • WpPart
    Bab 13
  • WpHistory
    Durasi 1h 14m
  • WpView
    Membaca 10,056
  • WpVote
    Vote 172
  • WpPart
    Bab 13
  • WpHistory
    Durasi 1h 14m
Bersambung, Awal publikasi Okt 29, 2016
" FUCKING BITCH, SUDAHKU KATAKAN 
BERAPA KALI JANGAN BIARKAN GADIS ITU HIDUP DAN LIHAT APA YANG TERJADI SEKARANG DIA HIDUP DAN KALIAN MENINGGALKAN JEJAK ATAS KEJADIAN ITU, DASAR ANAK BUAH TIDAK BERGUNA, " dan sebuah tembakan pun dilayangkan kesalah satu anak buahnya.
Keadaan didalam rumah itu sangat menegangkan membuat semua orang bergidik ngeri melihat Bosnya, " Bersihkan mayat ini dan jejak yang kalian tinggal jangan ada satupun yang terlewatkan, CEPAT "


Buat para readers baca sampe akhir yah
Part awal emang biasa aja dan kalian baru akan mengerti setelah ditengah cerita 😍😘

Thank You


Salam 


Red Lips 💋👄
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Red Lips ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#212konflik
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Gemini cover
Another Level cover
The Journey of Love and Friendship cover
Swan in love <H.S> cover
Finding Hope [COMPLETED] cover
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
CHANCE ✔ cover
BRAINWASH (COMPLETED) cover
Milik Tuan Megat [𝒞 ] cover

Gemini

11 bab Bersambung

Gemini; Tentang Dia yang Pergi Hanya ini yang bisa kutuliskan sebagai rasa penyesalanku padamu. Andaikan kau membacanya, pahamilah. Pahamilah penyesalanku, pahamilah rasa bersalahku, pahami, tapi jangan kembali. Apa aku salah, saat aku menginginkan ia tak kembali? Apa aku salah, saat kutakut bahkan mendengar nama itu saja? Apa aku salah, saat aku menyalahkan diriku atas salahku? Aku, Regan Geminandra, manusia paling salah sedunia. Aku, Regan Geminandra, orang terbodoh sedunia. Aku, tak pernah berharap agar ia kembali. Tapi, bagaimana caranya aku minta maaf bila ia tak kembali? Apa ia tau akan rasa penyesalanku ini? Ah, aku berharap ia dapat tahu, ia dapat paham, tanpa kuberitahu. Biarlah aku disini, terdiam ditelan dan dihujam rasa bersalahku sendiri. Biarkan aku, jangan cari aku, jangan sebut nama itu. Satu nama, hanya nama itu saja. Ayu.