CERPEN : Save Us From Technology

CERPEN : Save Us From Technology

  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 30, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Dunia ditahun 2100 tidak seindah yang kita bayangkan. Setelah membaca cerita ini, mungkin kalian akan sangat bersyukur bisa tinggal diabad ini. Cerita ini bukan untuk mendoakan masa depan dunia agar menjadi buruk. Tapi, dari cerita ini aku harap kita menjadi mawas diri agar tidak menjadikan teknologi tuhan kita. Sebenarnya cerita ini aku tulis untuk tugas PKN. Tapi karena aku sendiri suka dengan alurnya(pede), ya aku publish aja disini. I hope you enjoy it
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#496
war
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Laughter in the Chaos - (Tamat)
  • Future Scenery (Sebuah Antologi Cerpen)
  • πŸ„ΈπŸ„½πŸ„³πŸ„Ύ πŸ…ˆπŸ„ΎπŸ…„'πŸ…πŸ„΄ πŸ„ΌπŸ„ΈπŸ„½πŸ„΄ {Tamat}
  • ᨓ𝗖𝗛 π—’π—‘π—˜π—¦π—›π—’π—’π—§
  • Power Under The Dome
  • confusing (Tamat)

Selamat datang di abad post-pandemic. Inilah dunia 20 Tahun kemudian setelah wabah. Selama dekade terakhir, bumi menjadi rumah yang tak nyaman oleh keserakahan dan kesombongan umat manusia. Laut dipenuhi sampah dan minyak, hutan menjadi kering, dan makhluk hidup terus punah. Wabah penyakit mematikan pun terjadi setiap 100 tahun sekali. Sejarah umat manusia akan segera berakhir. Bukan karena perang nuklir ataupun bencana alam, melainkan kesalahan di balik tragedi virus Corona yang menimpa bumi Pertiwi. Sebuah mimpi buruk yang bahkan mampu mengubah sebagian besar populasi dunia menjadi kanibal yang kejam. Bukti menunjukkan bahwa virus P, proyek sains BRC, memiliki hubungan langsung dengan makhluk bermutasi. Bisa dikatakan, umat manusia sendiri adalah malapetaka yang membinasakan semua makhluk hidup dimuka bumi. Melanjutkan cerita sebelumnya, kini manusia menghadapi ambang dari kepunahan mereka di tangan hasil ciptaannya sendiri, wabah ZOVID 21. Yang terinfeksi telah berevolusi, tatanan masyarakat telah jatuh. Alam telah mengambil alih di mana-mana. Kehancuran lingkungan dan eksperimen biologis yang salah telah menciptakan skenario kiamat zombie, mendorong para penyintas yang tidak terinfeksi ke tepi jurang. Pada akhirnya, haruskah mereka tetap bersikap baik dan jujur, atau mengikuti naluri untuk bertahan hidup?

More details
WpActionLinkContent Guidelines