That Bad Boy Is Mine

That Bad Boy Is Mine

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 6, 2016
Bad boy. Adalah karakter cowok nakal yang selalu di sukai cewek.Kenakalan mereka yang tak ada habisnya acap kali membuat kaum hawa gemas. Namun bad boy kali ini sedikit berbeda,biar bad boy tapi : -otak encer, -jago olahraga, -langganan olimpiade, -kalo lagi belajar dia bisa jadi nerd. Lalu apa jadinya bila bad boy di pertemukan dengan seorang cewek yang hobinya nyerocos aja? Heboh pasti,berisik juga iya. Tapi akan lain cerita jika keduanya saling suka..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • Cewek tomboy
  • Crazy Rich Badboy [Hoonsuk]✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • ALEXON [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • [1] Bad Girl Hates Color
  • The Past
  • Ideal Boyfriend [TAMAT]
  • -𝑺𝒂𝒈𝒂𝒓𝒂 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒃𝒖 𝑳𝒖𝒌𝒂-
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines