Alyssa Parahita.
Seorang gadis biasa yang memiliki kepribadian yang tidak mencolok ataupun menonjol dalam satu hal. Seorang gadis yang baik, dan terlalu sering memikirkan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, dan keras kepala. Untuk melanjutkan pendidikannya, Lyssa dikirimkan orangtuanya untuk bersekolah di Jakarta dan tinggal bersama saudara dari ayahnya. Kehidupan kuliahnya pun terbilang biasa saja, tidak ada yang menarik.
Setidaknya itu pendapat Lyssa sebelum dia mengenal Vincent.
Vincent Kristiawan.
Putih, tinggi, cerdas, IQ diatas rata-rata, taekwondo sabuk hitam, dan tampan.
Itulah yang akan teman-temannya katakan setiap kali memikirkan nama seorang 'Vincent' dibenak mereka. Dia memang cerdas, dan memiliki banyak teman. Memiliki segudang aktivitas yang tak terkira karena kemampuannya.
Namun, semua hal itu membuatnya merasakan kalau hdupnya monoton. Tidak ada yang menarik, karena semuanya terkesan biasa saja sejak tahun pertama ia berkuliah sampai saat ini, tahun terakhirnya.
Itulah yang dia pikirkan sebelum bertemu dengan Alyssa.
Seorang yang keras kepala, dan seorang yang cerdas.
Seorang yang memikirkan orang lain daripada dirinya, dan seorang yang cukup menyendiri.
Seorang yang idealis, dan seorang yang rasional.
Mungkinkah mereka memiliki kisah yang indah dan manis?
Akankah mereka memiliki akhir yang menyenangkan untuk kehidupan monoton mereka?
"Untuk senyuman manismu, tak apa jika perasaanku yang menjadi korbannya."
"Julia, kamu adalah satu-satunya perempuan yang mampu mengubah kepribadian burukku."
"Kamu adalah gadis pertama yang membuatku bisa jauh dari asap rokok, membuatku bisa hidup tanpa permainan yang di sebut pacaran, dan bisa sekolah tanpa mengenal bolos."
Dani menyerah pada perasaannya pada Julia.
Gadis pintar nan polos yang sedang naif-naifnya menemukan Mike, cinta pertama yang ia kira mungkin tak pernah menaruh rasa suka padanya.
Seperti orang buta, Julia tak pernah menyadari kehadiran Dani yang sebenarnya sedang menaruh hati padanya.
Pesona Mike, cinta pertamanya itu sudah menutup mata hatinya.
Pada akhirnya Julia terjerat dalam simpul-simpul harapan yang ia ciptakan sendiri. Baru membuka mata ketika sosok Mike yang begitu dipuja-pujanya berubah menjadi sosok lain.
Disaat rapuh, Julia bertemu dengan Vino si cowok petakilan juga seorang anak band yang cukup terkenal di sekolah.
Mereka dipertemukan di kelas XI.IPA.A.
Ternyata Vino sudah mengintai Julia sejak mereka berada di kelas X.
Vino yang dulunya anak X.E mengais informasi tentang Julia dari Dani & Mike.