Gwen Stacey

Gwen Stacey

  • WpView
    Bacaan 473
  • WpVote
    Undian 17
  • WpPart
    Bahagian 11
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Jun 2, 2017
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Aku menatap pantulan diriku dicermin kemudian kembali tersipu malu saat kata katanya terngiang lagi ditelingaku 'aku harap kau tidak memanggilku dengan nama margaku.. itu membuatku merasa jauh darimu, walaupun kau didekatku' aku benar benar memerah sekarang sebelum satu email benar benar merusak suasana masuk. To Gwen Stecy Tidurlah, dan berhentilah Memandangi anting itu. Ck, aku sedikit mendengus kesal karena pesan itu tapi juga sedkit memerah To Rei Futaba Maaf tuan, tapi aku tidak Memandangi antingmu Aku mengirim balasan emailnya sebenarnya aku senang karena dia mengirimiku email dan lebih senaganya lagi karna dugaannya benar. Entah kenapa tapi itu membuat jantungku berdebar berdebar bahkan walaupun aku hanya membalas pesannya. Ya tuhan kumohon jangan biarkan kau jatuh cinta secepatnya ini.. maksdku aku tidak ingin jatuh cinta .. aku tidak ingin menikah ... aku hanya ingin hidup sendiri .. To Gwen Stacey Hn.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • My Little Monster - Completed
  • Dillema: The End Of Beginning
  • Foolish Love (COMPLETED)
  • Di jodohin - Henxiao
  • Kumau Dia (Nomin)
  • Unrequited Feelings
  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • Bersamamu
  • [✔] SHOULD I DIE? - JICHEN
  • Apakah Ini Arti Cinta?? [Revisi]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi