Hidup dikelilingi oleh banyak teman, kekasih, saudara, dan seorang ibu adalah suatu hal wajar yang bisa membuat kita bahagia.
Setiap waktu pasti memiliki cerita tersendiri untuk kita kenang di masa yang akan datang.
Dan setiap manusia diciptakan untuk memiliki akal dan perasaan. Entah itu rasa senang, sedih, kesal, benci, suka, duka, emosi.
Menangis? Ya itu adalah suatu hal emosional yang sangat wajar dan halWw yang paling tepat untuk meluapkan segalanya ketika kita sudah lelah untuk menjelaskan.
Namun jika rasa emosional itu sering tiba, sanggupkan kau untuk terus menahannya? Hanya ingin terlihat baik-baik saja dihadapan mereka? Hanya ingin tidak terlihat lemah di depan mereka?
Ketika emosi itu berada di puncaknya, sanggupkah kau untuk tidak melampiaskannya? Untuk tidak berkata sedikitpun kepada mereka? Hanya tidak ingin menyakiti hati mereka?
💎 Isteri Sang Mafia
Dia dijual... bukan kerana dosa, tapi kerana kelembutannya dianggap beban.
Alya, gadis sopan yang hidup dalam keluarga kaya, tak pernah minta apa-apa dalam hidup. Tapi kebaikan hatinya jadi alasan untuk dibenci - oleh ayah, oleh ibunya, dan paling teruk... oleh kakaknya sendiri.
Apabila perniagaan keluarga jatuh muflis, Arissa melihat peluang untuk menyingkirkan adik yang dia anggap penghalang.
Dengan satu perjanjian gelap, Alya "dijual" kepada lelaki yang digelar Sang Mafia - Rafael Alvaro, ketua organisasi paling berkuasa di negara itu.
Rafael terkenal kejam, dingin, dan tak pernah kenal erti belas.
Tapi di sebalik tatapan tajam dan dunia penuh darah, tersembunyi hati yang pernah hancur.
Dan bila Alya masuk ke hidupnya, segalanya mula berubah - perlahan, tapi pasti.
Dalam rumah besar yang sunyi, cinta tumbuh di antara dua jiwa yang tak sepatutnya bersatu.
Namun cinta itu juga membawa bahaya.
Bila masa silam Rafael datang menuntut balas, Alya harus memilih - untuk lari... atau tetap di sisi lelaki yang pernah "membelinya".
"Kadang, cinta datang dari tempat yang paling gelap -
tapi sinarnya tak pernah salah."