SERAUT NAN UTUH

SERAUT NAN UTUH

  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 30, 2022
Adakalanya aku ingin bertanya kepada Allah, buat apa sih menciptakan manusia? Aku menemukan salah satu jawabnya, yaitu untuk hidup bahagia dengan sia-sia. Kaum religius mungkin berkhotbah tentang keindahan dan kebahagiaan, tapi mereka sendiri kebingungan di belakang altar. Kita berbicara tentang cinta dan kasih, tapi tetap saja dengan hati pedih. Dengan perasaan yang terasa perih. Adakah cinta atau kasih atau bahagia yang sungguh-sungguh menetap, secara abadi? Ada, orgasme, ujar beberapa lelaki. Itu bikin aku tertawa dalam hati. Aku punya saran, jangan ngomong cinta atau kasih atau bahagia. Para religius pun belum tentu paham dengan kata-katanya. Mereka terus mencari sumber aslinya. Jadi, bercintalah untuk sakit hati. Berkasihlah untuk dendam. Kita hidup untuk mengalami kesia-siaan. Kesia-sian, itu karma manusia sejak lahir. Pengalaman adalah sebagian ruas-ruas batin kita yang kadang terpangkas. Kita tidak perlu menggugat pihak yang telah memangkasnya. Kenapa? Kita sama-sama hidup dalam suatu dunia naas. Dunia yang berisi orang-orang yang saling mencabik, saling menggontok, dan saling menggigit. Sekali lagi, bercintalah, berkasihlah, sebelum Allah menemui kita lalu bertanya: sudahkah kamu nikmati kesia-sian yang bahagia? Saat pertanyaan itu diajukan-Nya, mungkin kita sudah terlambat untuk menjawab-Nya.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [3] My Wife Stella
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Air Mata Cinta
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Narasi patah hati
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • Perjalanan Cintaku...
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)

Apa yang terjadi jika sebuah pernikahan terjadi tanpa adanya cinta? Pernikahan yang terjadi hanya karna perjodohan semata~ Akankah sepasang suami-istri itu akan bahagia? Jika hanya ada satu pihak saja yang mencinta dan yang di cinta justru mencintai orang lain. Miris. Mereka berada di situasi yang rumit. Mereka berjuang untuk mendapatkan cintanya masing-masing. Tapi cinta memang sukar di tebak, ia tumbuh sesuka hati, dan pergi tanpa pamit. Dan seolah takdir mempermainkan mereka, disaat mereka sudah mendekati sebuah Happy Ending. Namun ada sebuah takdir baru yang memisahkan mereka. Sanggupkah mereka melewatinya? Atau menyerah dan berpasrah diri menerima segalanya dengan lapang dada? Ikutilah kisah melegenda mereka ~Stella - Steven - Clara - Samuel~ Copyright © 2016 Written by Alvarosha99

More details
WpActionLinkContent Guidelines