Dear Friend... I Love You

Dear Friend... I Love You

  • WpView
    Reads 4,706
  • WpVote
    Votes 818
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 25, 2017
Dari sekian banyak lelaki yang kutemui, mengapa rasa ini harus memilih mu? -Olivia Khansa Andriani- Tidak ada yang salah dengan perasaan, salahkan hati yang berharap lebih. -Raka Revaldi- Jika lelaki dan perempuan bersahabat, salah satu dari mereka pasti merasakan cinta! Aku tau itu biasa. Tapi biarlah aku coba jelaskan dengan ku ibaratkan 'magnet'. Mereka berada pada kutub yang sama, sehingga tidak mungkin menempel. Hanya bisa berjalan berdampingan. Sekuat apapun mencoba, bukan bersatu yang di dapat, tapi sakit karena benturan paksaan yang di buat. Semoga kalian menikmati cerita ini, mengenai sebuah perasaan yang tak terbalas. Satu hal yang harus kalian tau, segala sesuatu pasti akan berkembang. Termasuk perasaan. Cover by @yhrdn09
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Skysha
  • Need You
  • He is not My Best Friend (End)
  • Love And Friendship
  • From a friend to lover?
  • Loving in Silence [THE END]
  • Sebatas Angan [END]
  • Guard Your Hearts

Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines