Namanya Joe. Pemuda berkacamata yang pasrah saat ayahnya membuangnya ke asrama khusus laki-laki. Bagi Joe, ini kesempatan bagus. Tanpa lawan jenis, artinya fokus belajar tanpa gangguan cinta monyet yang tak penting. Seharusnya begitu, kan? Tapi kenyataannya? Sialan. Hidupnya yang selama ini teratur perlahan berantakan. Ketenangan yang ia banggakan mendadak menguap di setiap sudut. Ada sesuatu yang salah. Kenapa semakin hari, napasnya justru terasa semakin sesak di tengah kerumunan yang katanya 'sama' dengannya? ------------- New story Cerita hasil pemikiran sendiri, jangan copy. Jika menyukai harap + ke perpustakan. Juga ⭐️ dan 💬 sebagai tanda kecil sebuah apresiasi. Thank u!
More details