Quenzella

Quenzella

  • WpView
    Membaca 140
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 13, 2016
Dibenci orang itu sudah biasa. Mereka menganggap aku aneh, gila. Tetapi, mereka tidak mengetahui bagaimana kehidupanku. Mereka hanya menilaiku dari luar. Mereka tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi aku. Suatu hari, ada seorang anak seperti ku. Dia membuatku diliputi rasa penasaran. Ia berkata, "aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. Dimana semua orang tunduk kepadamu. Tetapi semua itu tidaklah mudah. Ada beberapa syarat yang harus kau penuhi. Apapun itu, kamu harus menepatinya. Apa kamu sanggup?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#90
butler
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • LORD Devil Vampire [TAMAT]
  • I Want U! (Tamat)
  • Shadows of the Main Story
  • ALL OF THEM WANT TO KILL HER (Tamat)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • TOO MUCH (Tamat)
  • The Contract

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan