Story cover for DYSCA. by Buzz_Buzzie
DYSCA.
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 02, 2016
Perlukah sebenarnya mencapai cita-cita itu? 

Apakah kesuksesan hanya diukur oleh harta yang dimiliki? Atau profesi apa yang kita geluti?

Cerita ini hanya mencoba membuka sisi gelap DYSCA. Si gadis pengejar mimpi diantara teman-temannya yang berotak robot. DYSCA yang jatuh bangun mengejar kesuksesan dan karir cemerlang yang sedari dulu ia idamkan. DYSCA yang ragu untuk memilih mimpi atau cinta yang paling pantas untuknya.  

Karna dalam matematika, hanya ada satu jawaban yang benar. Dan Logika itu selalu bersebrangan dengan egoisme manusia. Sedangkan, DYSCA selalu mengukur semuanya menggunakan timbangan yang selalu seimbang.
All Rights Reserved
Sign up to add DYSCA. to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Thank's Brother [COMPLETED] by tyara_azahra
41 parts Complete
Tamara Naldia Bevani atau yang biasa dipanggil Ara adalah seorang gadis berumur 18 tahun yang kini baru saja masuk ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dirinya tinggal di daerah metropolitan Jakarta Pusat. Ia merupakan pribadi yang ceria, cerewet dan juga polos. Ara juga dikenal dengan tingkah pecicilannya. Ia tinggal di keluarga yang bisa di bilang tidak harmonis. Orang tuanya cenderung sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Bahkan mereka seolah lupa bahwa mereka memiliki anak yang haus akan kasih sayang. Memiliki fasilitas dan kehidupan mewah bukanlah hal yang Tamara impikan, karena ia sadar bahwa ada hal lain yang jauh lebih ia butuhkan daripada itu, yaitu perhatian orang tuanya. Hal itu tidak hanya ia rasakan seorang diri, karena kakaknya pun berapa di posisi yang sama. Adika Rayanza Bevani adalah seorang mahasiswa yang kini menginjak semester 3. Ia mengambil jurusan kedokteran. Andika atau yang biasa disapa Dika itu memiliki otak yang cerdas dengan karismanya yang tinggi. Dirinya juga dikenal sebagai sosok pria tampan yang berwatak dingin dimata orang, tetapi tidak jika dihadapan adiknya. Hidup sebagai anak pertama tidaklah mudah. Dia harus mengemban tanggung jawab untuk menjaga keluarga termasuk adiknya. Sadar bahwa orangtuanya tidak bisa memberikan perhatian kepada mereka, maka ia merasa perlu untuk memberikan kasih sayang lebih kepada adiknya seperti sebagaimana seorang kakak lakukan.Hingga tibalah masa dimana ia harus menelan kenyataan pahit atas kejadian naas yang menimpa adiknya.
You may also like
Slide 1 of 8
Thank's Brother [COMPLETED] cover
Bucin Ala Al [END] cover
Diary cover
You&I cover
Constellations From The Room cover
Secret Of Love cover
Crossroads cover
Nuyyessa [END] cover

Thank's Brother [COMPLETED]

41 parts Complete

Tamara Naldia Bevani atau yang biasa dipanggil Ara adalah seorang gadis berumur 18 tahun yang kini baru saja masuk ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Dirinya tinggal di daerah metropolitan Jakarta Pusat. Ia merupakan pribadi yang ceria, cerewet dan juga polos. Ara juga dikenal dengan tingkah pecicilannya. Ia tinggal di keluarga yang bisa di bilang tidak harmonis. Orang tuanya cenderung sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Bahkan mereka seolah lupa bahwa mereka memiliki anak yang haus akan kasih sayang. Memiliki fasilitas dan kehidupan mewah bukanlah hal yang Tamara impikan, karena ia sadar bahwa ada hal lain yang jauh lebih ia butuhkan daripada itu, yaitu perhatian orang tuanya. Hal itu tidak hanya ia rasakan seorang diri, karena kakaknya pun berapa di posisi yang sama. Adika Rayanza Bevani adalah seorang mahasiswa yang kini menginjak semester 3. Ia mengambil jurusan kedokteran. Andika atau yang biasa disapa Dika itu memiliki otak yang cerdas dengan karismanya yang tinggi. Dirinya juga dikenal sebagai sosok pria tampan yang berwatak dingin dimata orang, tetapi tidak jika dihadapan adiknya. Hidup sebagai anak pertama tidaklah mudah. Dia harus mengemban tanggung jawab untuk menjaga keluarga termasuk adiknya. Sadar bahwa orangtuanya tidak bisa memberikan perhatian kepada mereka, maka ia merasa perlu untuk memberikan kasih sayang lebih kepada adiknya seperti sebagaimana seorang kakak lakukan.Hingga tibalah masa dimana ia harus menelan kenyataan pahit atas kejadian naas yang menimpa adiknya.