DYSCA.
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 27, 2022
Perlukah sebenarnya mencapai cita-cita itu? Apakah kesuksesan hanya diukur oleh harta yang dimiliki? Atau profesi apa yang kita geluti? Cerita ini hanya mencoba membuka sisi gelap DYSCA. Si gadis pengejar mimpi diantara teman-temannya yang berotak robot. DYSCA yang jatuh bangun mengejar kesuksesan dan karir cemerlang yang sedari dulu ia idamkan. DYSCA yang ragu untuk memilih mimpi atau cinta yang paling pantas untuknya. Karna dalam matematika, hanya ada satu jawaban yang benar. Dan Logika itu selalu bersebrangan dengan egoisme manusia. Sedangkan, DYSCA selalu mengukur semuanya menggunakan timbangan yang selalu seimbang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • love or dreams
  • Tatapan dari bangku belakang.
  • Thank's Brother [COMPLETED]
  • Crossroads
  • Whisper of St. Eclaire
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Secret Of Love

Ini menceritakan tentang seorang gadis cantik modern yang berasal dari desa bernama Giselle Keira alula, ia adalah seorang gadis yang ceria,cerewet dan ramah. Dari kecil Giselle selalu di ajarkan oleh ibu nya untuk menjadi seorang perempuan yang mandiri,tangguh dan tidak ber gantung pada laki laki. "nak..jika kamu ingin mencapai cita cita mu dan menjadi seorang disaigner di usia muda, hindari cinta di usia mu saat ini" ujar ibunda giselle Giselle adalah seorang gadis yang memiliki cita cita menjadi seorang desaigner muda,ia berharap impian dia bisa terwujud dan bisa membahagiakan satu satu orangtua yang tinggal dengan nya dan menghidupi Giselle, yaitu ibu nya sendiri. Giselle adalah seorang anak gadis yang memiliki seorang ayah namun tidak memiliki sosoknya. Giselle hanya mengingat bahwa ayah nya adalah sosok ayah yang jahat, karena yang Giselle tau ayah nya meninggalkan nya saat ia masih sangat kecil hanya untuk kepentingan diri nya sendiri. Setiap hari ayah, Ibunda Giselle selalu menanyakan hadiah apa yang akan Giselle kirim pada ayah nya disana. Namun, Giselle selalu menjawab dengan jawaban yang serupa setiap ibunda nya menanyakan hal itu. Suatu hari,ibunda di tawarkan oleh majikan nya di kota untuk bekerja lagi, karena majikan nya akan pergi ke luar negri untuk urusan pekerjaan. Ibunda Giselle tidak mungkin menolak tawaran dari majikan nya tersebut, karena selama ibunda bekerja di sana ia selalu mendapatkan penghasilan yang lumayan cukup untuk 5 bulan kedepan. Mau tidak mau Giselle harus pindah sekolah dan memulai hidup nya di kota untuk menemani sang ibu disana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines