2U, Arexha Faletta [On Going]

2U, Arexha Faletta [On Going]

  • WpView
    Leituras 3,755
  • WpVote
    Votos 542
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jul 15, 2020
"Arrix ihh! Anterin Rexha pulang!!!" rengek Rexha menghentak-hentakkan kakinya kesal seperti anak kecil. "Rexha.... " "Nanti Rexha diculik om-om gimana? Truss ntar Rexha dihadang preman gimana? Arrix nggak khawatir gitu sama Rexha?" potong Rexha begitu saja. "Astagfirulloh! Rumah lo di depan sekolah ini, Rexha. Jadi, lo jalan kaki aja nanti gue liatin dari sini sampai lo di depan rumah." Ujar Arrix dengan pasrah. "NGGAK MAU!!!" tolak Rexha mentah-mentah. "Lo maunya apa sih?" dengkus Arrix sembari mengusap dadanya perlahan sembari mengucap kata 'sabar' yang entah sudah keberapa kalinya Arrix ucapkan. "Anterin Rexha pulang pakai motor! Atau ajak jalan-jalan kek!" ucap Rexha lantang. "Gue anterin jalan kaki ya?" "Arrix itu pacar Rexha bukan sihh?! Nggak peka banget!!!"
Todos os Direitos Reservados
#55
jahil
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Friendship
  • Tentang Adhena (Complete√)
  • Finally I Lose Him | ✔ [ COMPLETED ]
  • Letha
  • Daniel
  • ALASKA ✔ [SUDAH TERBIT]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • BE WITH YOU (END)✔

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo