Special Book: Halloween Day

Special Book: Halloween Day

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 3, 2016
Dari belakang aku merasakan sentuhan kecil di punggungku. Aku berbalik dan kulihat seorang gadis dengan topeng badut berdiri membungkuk. Ia menarik ujung bajuku sambil menunjuk kebelakang. Ia berlari tapi entah mengapa aku mengikutinya. Jalan yang kami susuri miskin cahaya, hanya sedikit cahaya bulan yang menyeruak masuk dari sela-sela pepohonan yang rimbun. Kami sampai di sebuah area terbuka dengan 2 buah pasung yang tertancap di tanah. Dibalik pasung itu 2 tubuh terikat dengan tangan penuh luka. Gadis kecil itu menghilang. Perlahan aku mendekat berusaha melihat siapa pemilik tubuh itu, rasanya jantungku seakan dibetot keluar. 2 wajah yang begitu akrab sejak aku kecil terkulai tak bernyawa di hadapanku. Aku meraung kencang membuat burung-burung disekitarku beterbangan. Kenapaa?! Kenapa harus mereka ?! Copyright ©2016 by WRS
All Rights Reserved
#3
samcer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Secret Melody
  • Gadis indigo ( Karya Pertama Ku)
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • psychologycal
  • Help Ghost
  • Arsyilazka
  • TAMARA
  • Kenapa Harus Indah [FIKSI]
  • Misteri Sekolah Baru

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines