Special Book: Halloween Day

Special Book: Halloween Day

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida jue, nov 3, 2016
Dari belakang aku merasakan sentuhan kecil di punggungku. Aku berbalik dan kulihat seorang gadis dengan topeng badut berdiri membungkuk. Ia menarik ujung bajuku sambil menunjuk kebelakang. Ia berlari tapi entah mengapa aku mengikutinya. Jalan yang kami susuri miskin cahaya, hanya sedikit cahaya bulan yang menyeruak masuk dari sela-sela pepohonan yang rimbun. Kami sampai di sebuah area terbuka dengan 2 buah pasung yang tertancap di tanah. Dibalik pasung itu 2 tubuh terikat dengan tangan penuh luka. Gadis kecil itu menghilang. Perlahan aku mendekat berusaha melihat siapa pemilik tubuh itu, rasanya jantungku seakan dibetot keluar. 2 wajah yang begitu akrab sejak aku kecil terkulai tak bernyawa di hadapanku. Aku meraung kencang membuat burung-burung disekitarku beterbangan. Kenapaa?! Kenapa harus mereka ?! Copyright ©2016 by WRS
Todos los derechos reservados
#3
samcer
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Petaka Kesempurnaan
  • Gadis indigo ( Karya Pertama Ku)
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Help Ghost
  • You're SPECIAL (END)
  • Arsyilazka
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • NIDA ( END )
  • Kenapa Harus Indah [FIKSI]

"Aku masih mengingat jelas bagaimana kamu tersenyum saat pesta sore itu. Tatapan mata yang begitu hangat dan ramah. Tampak teduh dan hangat seperti matahari sore." Lirih Sharen memegang dadanya sendiri. Bahkan sampai sekarang dia masih merasakan degup jantungnya yang cepat setiap mengingat sore itu. 'Dia milikku, bukan milik mu' kursi yang di duduki Sharen kembali bergerak. "Aku yang mendapatkannya" mata Sharen kembali menyalang, raut wajahnya penuh dengan emosi. 'Dia hanya mengenal ku, tidak mengenal si buruk rupa' raut tawa yang lebar dan menyeramkan membuat Sharen semakin menyalang marah. Tongkat yang menjadi pegangannya kini kembali dia lemparkan pada kursi di sebelahnya. Racun yang sebenarnya bukan bahan kimia buatan ataupun zat pertahan diri pada makhluk hidup. Melainkan cinta dan kasih sayang yang diberikan. Xr.Nyy.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido