Tak Berjudul

Tak Berjudul

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 4, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah jatuh cinta pertama kali saat SMA? Kalau enggak pernah, kamu termasuk orang yang tidak bisa aku gambarkan. Apalagi dibayangkan! Sudah, lupakan saja. Kembali ke novel Tak Berjudul, ini kisah anak SMA yang tergila-gila kerena cinta. Namanya juga jatuh cinta pertama kali, tahu rasanya kan gimana? Kalau enggak tahu, ada dua kemungkinan. Satu, kamu kategori orang yang sangat dicari di dunia ini. Ingin tahu, gimana wajah orang yang tidak pernah merasa jatuh cinta. Dua, mungkin kamu amnesia. Jadi kemana-mana ceritanya. Oke, kembali ke Tak Berjudul ini. Pertama, ini bisa dibilang banyak kejadian nyata. Soalnya, diangkat dari pengalaman yang dimodifikasi. Kedua, ini anak SMA era tahun 2006, 2007 dan 2008. Jadi jangan berharap jumpa hp touchscreen, paling keren nokia 3310. Lempar anjing, pasti mati (kamu yang mati, karena dikejar-kejar). Udah sampai di sini aja, nanti enggak jadi-jadi novel Tak Berjudul ini. Harap meninggalkan jejak, jangan pura-pura jadi makhluk halus. Oke, tos dulu dong. Mantap....
All Rights Reserved
#321
sejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines