HANACARAKA

HANACARAKA

  • WpView
    Reads 901
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 13, 2017
Medang Kamulan - sebuah kepulauan yang sempurna. Masalah di sini hanyalah menunggu waktu kematian diri. Mereka ada sebelum adanya norma. Segala sesuatu yang sudah dituntun sang Dewa Agung Baruna telah membawa bangsa Medang memegang takdir dunia. Bertahun-tahun, beratus-ratus tahun mereka mengawali, dan terus mengawali kesempurnaan pada semesta. Lantas, apa yang dipermasalahkan oleh sang Putra Mahkota, anak kedua Dewa Agung Baruna? Bosan. Fantasy | Sci-fi | Historical Fiction | Comedy | Action | etc.
All Rights Reserved
#170
atlantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • Judul Standar - The Beautiful Roses
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • Identitas Yang tersembunyi...
  • Cosmic Annihilation
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Darolent Academy : Lost Darold Princess
  • Obliviora [HIATUS]
  • Dewi Tara : The Mystical Forest

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines