Samantha (HIATUS)

Samantha (HIATUS)

  • WpView
    Reads 907
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 6, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Ketika hidupnya dihiasi oleh darah dan nafsu untuk mendapatkan sesuatu. Jemarinya membiasakan diri dengan menari diatas pisau dan menghadapi kegilaannya sendirian. Elbert dan teman - temannya harus menghadapi permainan dengan dirinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT
  • KOSUKE ✔
  • BLOOD
  • Dead Diary
  • The Way Out
  • Broken Trust

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines