Catatan Seorang Pengagum

Catatan Seorang Pengagum

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 5, 2016
Kata Mengagumi Tanpa Dicintai, Kata Kagum pada Seseorang dari Jauh. Untuk kamu para pengagum rahasia memang berat rasanya jika menaruh rasa pada seseorang. Terlebih lagi kalau perasaan itu kamu pendam begitu dalam, mungkin samudra aja kalah dalamnya dengan perasaanmu tersebut. Memendam perasaan bukan berarti kamu pecundang, hanya saja kamu tahu diri dan lebih sadar diri. Siapa sih kamu? Apa pantes ngungkapin rasa tersebut? ya mungkin pertanyaan inilah yang sering menganggu kehidupanmu. Tapi yang namanya memendam perasaan itu sakit rasanya, apalagi orang yang kita suka ternyata sudah mempunyai pacar. Nyesek? Pastinya.
All Rights Reserved
#527
mengagumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Anugerah Terindah
  • Why Always You? [Completed]
  • Mengagumi Dalam Diam √
  • Unspoken Feeling
  • Cinta Dalam Ikhlas (SUDAH TERBIT)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines