Real
  • WpView
    Reads 2,685
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 15, 2017
Dilangkahkan kakinya menyusuri jalan malam. Tanpa menghiraukan cuaca malam yang enggan bersahabat, tetap ia melangkah tanpa tahu tujuan. Pakaian seragam sekolahnya belum ditanggalkanya, terlihat pula pakaiannya kotor dan berantakan, tas punggungnya tak lagi menggantung sempurnah, rambut yang menutupi jidatnya tampak urak-urakan, wajahnya dipenuhi lebam dan darah kering terpampang disudut bibirnya. Sambil mendengarkan Musik dari handphonenya dengan memakai headseat. Semakin menunjang kesan berantakan pada tampilannya. Byun Baekhyun. Ya! Dia Byun Baekhyun, hal seperti ini adalah biasa baginya. Tampak berantakan memang hal yang Hampir sering menjadi kebiasaanya. Bukan tanpa alasan, tapi melihat dirinya yang slalu menjadi korban pembulyan, inilah salah satu konsekuensinya. Pernah bahkan sering ia mengeluh pada tuhan tentang mengapa narasi tuhan untuknya seabstrak ini. Bahkan untuk mendapatkan kebebasanpun baginya. Seolah-olah HAM untuknya telah ditanggalkan. "Hmm...Miris!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Golden Blossoms (End)
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • Surat terakhir dari mama
  • Raga Kecil
  • What Is Coming Is Better Than What Is Gone [END]
  • Puing luka
  • RUANG KINANTI
  • Antara Dendam dan Cinta

Bagaimana jadinya jika orang yang selalu melindungimu kembali, sosok yang selalu kau kira sebagai malaikat kecil. Cinta yang terjalin di taman bermain yang terbengkalai. Tapi tidak mengetahui alasan kenapa dia kembali, tidak tahu jika ia kabur dari rasa penyesalan hingga kematian seseorang. Namun bukan itu alasannya, ia hanya kembali untuk melindungi cinta pertama hingga akhir hidupnya. Tanpa orang lain tahu ternyata ia menderita penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya. Tetap tersenyum dengan kesedihan itu untuk membahagiakan sang pujaan hati. Seolah permainan rasa, cinta yang pergi itu ternyata semakin menjauh. "Suaramu tetap membisikkan kenyamanan kepadaku, walau dirimu tak ada lagi. Bagaikan pita kaset kusut yang berputar samar di benakku. Kehadiranmu adalah pernyataan bangga bahwa kaulah bentuk pelindung melebihi kekuatan di dunia ini Sekarang betapa sepinya kini tampah dirimu lagi. Walaupun kenangan kecil sungguh berarti hingga aku ingin merasakannya kembali. Jika bunga masih hidup setelah diinjak kuyakin kisah kita masih berlanjut nanti. Kau tetap membuatku mekar dengan sinarmu yang bagaikan emasnya senja. Kaulah malaikat kecilku yang selama ini kuinginkan lagi. Ku harap tuhan masih bijak untuk menakdirkan pertemuan kita" _kim So Hyun

More details
WpActionLinkContent Guidelines