You Are My Destiny

You Are My Destiny

  • WpView
    Reads 2,082
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 27, 2018
Entah ini memang sudah menjadi nasibnya atau bukan. Pricilla Ester Tan. Gadis yang mengorbankan perasaannya dan merelakan orang yang dicintainya untuk bahagia dengan sahabatnya sendiri. Dia pikir, dia akan bahagia dengan orang yang baru saja disayanginya saat dia masuk SMA. Tapi ternyata dia lagi dan lagi harus mengorbankan perasaanya dan merelakan orang yang baru ia sayangi bahagia dengan sahabatnya. Saat SMP dia menolak cinta pertamanya dengan alasan dia ingin sahabatnya bahagia. Maka dia memohon kepada cinta pertamanya itu untuk memacari sahabatnya sendiri. Tapi dia percaya bahwa apa yang dia perbuat akan berbuah manis. 'Karena gue percaya kalo gue sama lo berjodoh, kita akan di takdirkan bersama.' - Pricilla 'Dan sekarang, gue juga mulai akan percaya sama hal itu.' - Keano
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • PANDANG PERTAMA
  • Arsyilazka
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • RAJAWALI
  • Tentang Kita
  • Semu [Completed]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines