Seravian
  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 1, 2017
Ketika kau merasa diawasi dengan apapun yang kau lakukan hingga membuatmu tak nyaman. Tatapannya yang selalu membuat pikiranmu seketika kosong. Kau ingin menjauh tapi kau tak bisa. Bahkan untuk mengendalikan dirimu sendiri kau tak pernah mampu karna tatapannya... Aku menatap tajam pada Kafka yang masih setia menatapiku terang-terangan. "Apaan lo liat-liatin gue dari tadi, Naksir lo sama gue, hah?!" Teriakku menggelegar membuat semua perhatian siswa di kantin kearahku. Good, Ulfa! Sesalku setelah sadar tadi lepas kontrol. Kafka bangkit dari duduknya kemudian melangkah perlahan ke arahku hingga ujung sepatu kami bersinggungan menatapku lamat-lamat membuatku gugup setengah mati. Kafka mengangkat daguku dengan tangan kanannya membuatku mau tak mau harus mendongak menatapnya yang memerhatikan setiap inci wajahku. "Kalau aku memang menyukaimu kenapa?"ucapnya yang ku yakin masih dapat didengar oleh seluruh penghuni kantin.
All Rights Reserved
#795
complicated
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Altatair✓ [Revisi]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • ASSYA (TERBIT)
  • CRUSH | SO JUNGHWAN ✅
  • DEVIAN [END]
  • Rannia√
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Love's illusion
  • kiara's dream

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines