The Loss of Sense

The Loss of Sense

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 6, 2016
Dan memang benar kata Dee, 'manusia dirancang untuk terluka.' Ketika luka memenjarakan rasa yang tidak lagi diketahui siapa pemiliknya, keinginan mengentaskan seluruh cerita yang membingkai manis pada awalnya saja semakin mendesak Arana meneriaki angin senja yang semakin tajam melukiskan kolaborasi rasa dan luka, "Kau tahu, saat itu aku akan menemukan diriku yang baru." Arana yang mencoba mengentaskan luka malah bertemu dengan dua laki-laki yang kemudian akan mewarnai hari-nya. Lantas dengan siapa rasa itu akan terisi lagi mengobati luka yang pernah singgah di hati? Dan memang benar kata Dee, 'manusia dirancang untuk terluka.' Dan aku yakin, akan ada cinta yang nyata yang mampu mengobati hati yang terluka.
All Rights Reserved
#2
cintaitunyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Memory [COMPLETED]
  • LaRa Universe | Tiga Hati, Satu Rumah
  • Interweave
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • Benalu [Terbit]
  • Under the Moonlight

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines