We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hope
  • WpView
    Reads 1,221
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"terima kasih karena kamu membuatku bahagia, terima kasih karena kamu membuatku nyaman. terima kasih karena kamu membuatku berharap lebih atas perlakuan manismu. dan terima kasih juga karena kenyataannya perlakuanmu itu hanyalah sebuah harapanku yang membuatku sakit." -Adhies Bagaimana kalau kalian yang berada di posisi gadis itu? Apa yang akan kalian lakukan? Sakit? Bahagia? Ataukah mengabaikannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • SUNSHINE
  • Lies of life
  • All The Small Thing
  • My Superstar
  • Menyerah atau Bertahan?
  • EXPECT (Complete)
  • Hidden
  • Second Choice?
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines