Two Times For Love
Mungkin, aku harus bisa menerima semuanya.
Mungkin, aku harus bisa merelakan segalanya.
Rasa cintaku dan rasa cintamu
Telah menjauh seiring perbedaan jarak itu.
Tak ada cinta yang abadi.
Meski kusudah mengucapnya berkali-kali.
Semuanya telah usai saat menit telah berganti.
Dan langkahku masih saja terhenti disini.
Mengharapkan serpihan cintamu yang tertinggal.
Kusimpan dalam hatiku yang sulit tertanggal.
Aku takkan melupakanmu, tak membencimu.
Tak ada sesuatu apapun yang perlu diingat kembali.
Kecuali jika takdir merubahnya suatu hari nanti.
-Yufaina Fuzami-