Miss Coffe

Miss Coffe

  • WpView
    Reads 898
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 28, 2017
"Aku membencimu, sangat sangat membencimu, Darrel. Kau tidak tau kan sesenang apa aku membencimu? Karena kau tidak pernah merasakan senang saat membenci seseorang." Jhemima terisak dalam tangisnya saat mengucapkan itu. Saat ini juga, hatinya seperti rusak, patah dan hancur tak beraturan. Kemudian Jhemima berjalan meninggalkan Darrel yang masih tak bisa berkata-kata dengan apa yang dibicarakan Jhemima. "Asal kau tau saja, itu semua bohong!" Kata-kata terakhir yang terucap dari bibir Jhemima, kata-kata perpisahan untuk Darrel dari dirinya. Cinta itu sama seperti kopi, pahit tapi banyak yang suka. Sepahit apapun Cinta, mereka tetap berusaha agar Cinta itu menjadi manis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Epiphany [Completed]
  • Behind Those Voices
  • About SAMANTHA
  • The Story Of Aghea
  • Don't Talk About Money
  • One Last Time
  • 𝐓𝐀𝐄𝐍��𝐍𝐈𝐄
  • Korban silaturahmi [TAMAT]

Dara hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang tak bisa dilupakan. Setelah orangtuanya bercerai, ia memilih kesendirian dan bekerja di kedai kopi sebagai pelarian dari dunia yang terasa semakin hampa. Kebiasaan buruknya-merokok, membolos, dan mengabaikan segala hal-menjadi caranya untuk melupakan bahwa cinta pernah menghancurkannya. Namun, ada satu orang yang tak pernah lelah hadir dalam hidupnya: Dhani. Kehadirannya tak pernah diinginkan, namun Dhani selalu datang, dengan kata-kata yang tak pernah bisa diterima. Nasihatnya seringkali membuat Dara marah, tapi entah mengapa, sesuatu dalam dirinya mulai tergerak. Tanpa sadar, Dhani mulai mengubahnya, perlahan mengingatkan Dara pada hal-hal yang telah lama ia lupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines