Tinta Nurani

Tinta Nurani

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 8, 2016
_Apa khabar hati...???_ Masihkah ia seperti padi yang semakin merunduk makin bertambah isinya Tawadhu di hujung tangkainya? _Apa khabar iman...???_ Masihkah ia bercahaya laksana bintang yang menerangi malam? Atau jangan-jangan mulai redup perlahan? _Apa khabar lisan...???_ Masihkah ia basah oleh zikrullah dan dakwah, Ataukah telah terganti oleh kata-kata tak bermakna? _Wahai sahabat Syurga ku_ _dimanapun engkau berada_. _Semoga ALLAH senantiasa menjaga..._ _Hatimu, imanmu dan juga lisanmu..._
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SISA HUJAN LUKA [end] (revisi)
  • I Like Him 😻
  • [✔] Stray kids Horror story
  • Please Don't Leave Us!! (Halilintar Fanfict)
  • The Light Once Shine So Bright [Complete]
  • Champion! [✅✔✅]
  • Kesulai Lemai Season 2 Completed
  • [c] Heartbeat ; jimin°
  • FARAH IZAYU

Ctass! Ctass! Ctass! "Ayah, sakit Yah, badan Hali sakit..hiks..hiks!" Bugh! "Akhh!" Suara jeritan kesakitan terkeluar begitu sahaja dari mulut anak kecil itu. Dirinya ditendang oleh orang yang dia sayang tanpa terbesit sedikit pun rasa bersalah dalam dirinya. "Jangan kau berani mendekatkan diri kau pada yang lain. Kamu dengar Halilintar?!" Soalnya dengan tajam dan dingin. Pada pandangannya, Halilintar bukanlah seperti seorang anak kecil yang harus dia kasihani tetapi dia memandang anaknya itu seperti seseorang yang sangat ia musuhi sejak lama. _________________________________________ "Kenapa Ayah pukul Hali? Hali tidak pernah pun nakal selama ni." Soalnya pada diri sendiri. Sungguh, hati kecil milik Halilintar selalu tertanya-tanya. Apa salahnya hingga dia dipukul oleh Ayahnya sendiri? Dia juga terkadang merasa dirinya dilayan teruk berbanding dengan saudaranya yang lain. Apakah ia sehina itu hingga dibenci sekali oleh Ayahnya sendiri? Sungguh dia merasa rapuh sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines