DEVAN & ADARA

DEVAN & ADARA

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana mungkin seorang Devan Rafandra menyukaiku? Bahkan melamarku di tempat yang tak pernah kuduga. Tidak-tidak, tidak mungkin Ia serius. Ini hanya candaan seorang Devan Rafandra yang menurutku sangat tidak lucu. Bagaimana bisa dia melamarku di lokasi syutingnya? Oh My God! Ini benar-benar membuatku sakit kepala. Semua mata melihat kearahku dan Devan yang sedang berlutut dihadapanku sembari membawa bucket bunga mawar merah kesukaanku. "Will you marry me?" Ucapan Devan tadi berhasil membuat kakiku kaku dan tidak bisa digerakan. Aku ingin kabur dari sini sekarang juga! "Apa-apaan sih Dev? Cepetan bangun, diliatin orang malu tau." Ucapku sembari menarik tangan Devan bermaksud agar dia bangun dari posisinya sekarang, namun hasilnya nihil. "Apa kurang jelas? Aku lagi ngelamar kamu Adara Fredella Agatha." Ucapnya sambil menyebutkan nama lengkapku. -------------------------------------------- First story. 18+
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Of Love (Completed)
  • Married to a Playboy - HBS #4
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • Trapped By A Pervert
  • TRICKY IN LOVE
  • THE WAVES OF LIFE [FIN]
  • Candu [End]
  • DEVAN
  • KEYVANO [Selesai]

"Morning Kiss nya belum" Aleta menatap tajam kearah Devano "Jangan mulai deh, aku gamau nanti ketauan lagi terus nikahnya malah dimajuin jadi besok. Engga banget kak! Aku denger kata secepatnyaa aja udah mau pingsan apalagi kalau beneran dinikahin besok mati muda kali aku" "Loh malah aku seneng banget kalau kita mau dinikahin besok,tapi aku rasa jangan besok deh mending sekarang aja gimana? Kalau besok kelamaan" "KAK DEVANNN" Aleta mencubit keras perut Devano sampai sang empu meringis kesakitan "Sakit sayang" "Bodo amat,aku kesel banget pokoknya. Lagian belum tentu aku mau nikah sama kak Devan,bisa aja kan aku kabur jauh ninggalin kak Devan" Devano melirik nakal ke arah Aleta "Yakin? Yang kemaren nangis nangis gamau ditinggalin siapa? Sekarang malah so so an mau ninggalin" "Gausah bahas bahas soal itu,mau aku marah beneran?" "Jangan dong mending cium aku beneran aja biar enak" "Bodo amat aku ga denger setan ngomong" Setelahnya Aleta benar benar meninggalkan Devano didalam mobilnya sendirian *** Penasaran ga sama kelanjutan nya? Ayo langsung baca,ikuti keseruan kisah Aleta dan kawan kawan😁 Cerita ini dalam tahap revisi,jika teman teman menemukan typo,gaya bahasa baku dan non baku bahkan alur acak acakan dan tidak nyambung mohon dimaklumi🙏 ================================ INI MURNI HASIL KARYA DARI PEMIKIRAN AKU SENDIRI, MAAF KALO ADA KESAMAAN NAMA, TEMPAT, DAN SEBAGAINYA DALAM CERITA INI ITU SEMUA GADISENGAJA TAPI SUMPAH DEMI APAPUN INI MURNI HASIL KARYA AKU Dipublikasikan tanggal 23 September 2018 Selesai tanggal 29 April 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines