Sahabat Hidup

Sahabat Hidup

  • WpView
    Membaca 223,176
  • WpVote
    Vote 10,652
  • WpPart
    Bab 44
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 22, 2020
WpInfo
Fiksi Penggemar
#10Ldr Ali Muhammad Syarief dan Prilly Michella Latuconsina kedua insan yang saling bertemu saat mereka berumur 5 tahun yap lebih tepatnya saat masing-masing dari mereka masih menginjak bangku taman kanak-kanak. Waktu telah berlalu..Beberapa tahun pun telah terlewati. kini mereka sudah mulai menginjak remaja. perasaan aneh dirasakan oleh keduanya. perasaan yang lebih dominan terhadap kasih dan sayang. Prilly sama sekali tak menghiraukan itu sedangkan Ali. Ali hanya bisa memendam rasa itu dalam diamnya berharap suatu saat prilly peka terhadap rasa yang dipendam oleh sahabat kecilnya ini. Ali Muhammad Syarief: Suatu saat ku harap rasa ku ini tepat berlabuh pada hatimu... Tepat bermuara di naungan cinta kasih dan sayangmu... Namun saat ini aku hanya bisa memendam dan memendam... ya hanya memendam... biarlah sang waktu menjawabnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
prillylatuconsina96
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Student Is My Wife
  • Inginku Memilikimu
  • Strength In The Heart
  • You Broke My Heart*editing*
  • PELABUHAN HATI
  • About Us and Love
  • NIKAH MUDA
  • Malaikat Terindah
  • Prilly's Riddle (I LOVE YOU 1000 ×)

Apa jadinya CEO yg turun jabatan menjadi seorang guru demi mengejar cinta salah satu muridnya? itulah yg dirasakan oleh Aliandra Fraza Syarief "Ah.... Cewek idaman gue sumpah dia cantik banget, makin klepek klepek gue nih." - Aliandra Fraza Syarief. "Kok Pak Ali natap gue mulu yah? Kan gue jadi risih diliatin mulu, tapi jangan GR dulu Prill, sapa tau Pak Ali bukan lagi liatin lu." - Prilly Harun Mekhy Latuconsina

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan