Sweet Scientist

Sweet Scientist

  • WpView
    MGA BUMASA 76
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Mar 18, 2018
"bagaimana bisa kau mengatakan demikian," sanggahnya dengan penuh emosi yang berkilat kilat dalam hati dan fikirannya. "kenapa kau mempermasalahkannya!!" Serunya semakin membuat gadis itu tersulut. Semua mata hanya tertuju pada kedua orang yang tengah berseteru dengan hebatnya. "tentu, kau fikir pernikahan ini sebuah permainan bagimu. Hanya karena kau seorang bangsawan. Dan aku hanya rakyat biasa, " ujarnya dengan penuh sesak didada nya. "jika aku ingin mempermainkanmu, aku tidak akan menyeretmu dalam sebuah ikatan pernikahan." timpalnya dengan penuh ketegasan, sorot matanya menatap gadis dihadapannya dengan penuh harap, dan menyendu. "aku tetap akan menolak permintaanmu ini." lirih gadis itu dengan putus asa. "baiklah jika kau menolak, maka orang tuamu harus tau apa yang terjadi pada dirimu saat insiden itu terjadi," Bagaimana rasanya ketika orang yang kita kenal dekat tiba-tiba melamar dihadapan keluarga dan juga gebetan.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • Tahta Emas Dan Darah
  • Langkah baru bersama mu
  • Different
  • TRAUMA!
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • I hate you but I love you Mr.Crazy (SELESAI)

"Kecil, cengeng, ribet, berisik, penakut lagi,"ucap seorang pria mendengus sebal. Kira-kira begitulah komentar Prawira tentang istrinya. Bukan tentang romansa untuk menggoda. Sayangnya dia mengatakan dengan logika. Begitu risihnya pria itu dengan istrinya. -&- Nilam, gadis muda yang memilih menikah dengan pria dengan perbedaan usia 16 tahun. Banyak orang yang mengatakan dirinya hanya mengejar harta jika adanya perbedaan sejauh itu. Sayangnya pria yang dia nikahi adalah pria sederhana, temperamen dan dingin. Padahal di saat yang sama dia bisa mengubah status kehidupannya begitu bahagia dengan pria seusianya dengan karakter sabar dan lemah lembut. Apalagi secara finansial, jauh lebih baik dari pilihannya. Wira, suami yang dipilih Nilam sama sekali tidak mengandung kelebihan selain cerdas. Pria itu juga tidak romantis apalagi mengerti dengan pola pikirnya. Tapi apa yang dia katakan bukannya pemanis. Karakternya memang temperamen. -&- "Nilam. Pernikahan itu hanya sekali. Dengan menikah kamu menyerahkan seluruh kehidupanmu pada suamimu, sayang. Pria temperamen itu tidak pantas denganmu. Kenapa kamu mencari neraka saat dihadapkan dengan surga?"tanya Ibunya mengusap pelan kepalanya. "Mungkin Nilam terlihat bodoh, Bu. Tapi kalau semuanya berpikir demikian, siapa yang akan bersama dengannya? Nilam ingin menjadi kedamaian baginya saat amarahnya memuncak,"ucap gadis itu tersenyum lebar. -&- "Coba jawab aku, bagaimana aku bisa lupa? Setiap aku melihat diri ku di cermin, aku selalu menatap kedua matanya? Bahkan jika aku mengenal perempuan lain, aku pun melihat dengan kedua matanya. Aku ikhlas. Tapi aku tidak mau durhaka pada istriku karena masih memiliki perempuan lain dalam benakku. Jangan buat aku semakin tenggelam dalam kesalahan, Pram. Jangan kamu pikir aku tidak berusaha untuk membuangnya. Namun apa yang ku dapat? Semakin aku mencoba, perasaan itu semakin tumbuh, Pram,"ucap Wira frustasi. -&- Salam hangat, Aku yang masih mencintainya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman