Moved Away From Memories

Moved Away From Memories

  • WpView
    Reads 1,427
  • WpVote
    Votes 291
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 9, 2019
Ketika hati sudah mulai menjerit karna sebuah luka yang dibuat olehnya, ketika jiwa dan raga sudah mulai menangis karna sebuah perbuatan yang dilakukan karnanya, ketika alam yang telah menjadi saksi bisu kisah cintamu dengannya sudah mulai tak terasa seindah dulu saat kau berada disisinya, dan ketika kamu lelah menghapus air matamu yang terus mengaliri pipimu karna sebuah rasa sakit hati yang terus dan terus dibuat olehnya. Lebih baik kamu menghapus dia dari dalam hidupmu, menghapus dia yang dulu pernah bersamamu, Melupakanya yang dulu pernah menjalin Cinta denganmu, Meninggalkanya yang dulu pernah saling berucap janji takan meninggalkan dan akan selalu menjaga hingga akhir waktu, dan Menghilangkanya yang dulu penah berjanji akan mencintaimu sehidup semati hanya dengan kamu, dan itu sumua kini hanya akan menjadi sebuah kenangan yang membelenggu. Ini kisah dimana hati tumbuh dan muncul dari benih benih cinta, penuh rasa bahagia dan tawa didalamnya, penuh kenangan indah saatku tengah berdua bersamanya, tapi kini, semuanya hanya akan menjadi kenangan yang berbalut pilu, tak ada kamu, tak ada kita yang dulu, yang ada hanya kenangan & aku. . . . . MOVED AWAY FROM MEMORIES..
All Rights Reserved
#454
kenangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • TENTANG RASA
  • Bait-Bait Semesta
  • Rangkaian Aksara
  • Tentang Dia
  • Segala Tentangmu ❝
  • Complications Of Feel (complete)
  • Èpifora: Manusia Patah Hati yang Kembali Terluka oleh Puisi
  • The Secret Of Love
  •  Rasa Tanpa Nama

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines