Cool Boy

Cool Boy

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2016
Lelaki itu, dingin tak tersentuh. Dingin tak terbantah. Dia . . . Ali. Lelaki terdingin di SMU Nusa Bangsa. Lelaki termisterius se- SMU Nusa Bangsa. Oke, misterius bukan karna dia punya 'sesuatu' yang aneh. Tapi misterius karna sikapnya. Sikapnya yang tak terbaca oleh siapapun. Sampai gadis mungil yang sangat ceria datang dihidupnya. Mengusik kehidupan tenangnya. Mengganggu setiap pergerakan damainya. Ali benci gadis itu. Gadis yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba peduli padanya. Ali nggak suka itu. Ali nggak suka dapet perhatian dari orang yang nggak dia kenal. Sebisa mungkin Ali menghindar, selalu saja mendapat masalah yang mengharuskannya untuk terus berada disamping gadis mungil itu. Sampai akhirnya, Ali muak. Dia lalu memaki gadis itu didepan umum. Ali fikir, setelah itu ia tidak akan lagi berurusan dengan gadis itu. Nyatanya salah, Saat dia dipanggil ke ruang guru, dan dia diberitahu bahwa . . . Dia akan berurusan 'lagi' dengan gadis itu.
All Rights Reserved
#350
prilly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • KAMU DAN SENJA
  • Aku Dan Si Playboy
  • DUNIA PRILLY | [ Completed ]
  • ANNOYING GIRLFRIEND ( Completed )
  • Beautiful Disaster
  • cinta pertama
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Destiny And You

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines