Let Me Marry you

Let Me Marry you

  • WpView
    Reads 746
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 10, 2016
Cinta itu ibaratkan penyakit,bila tidak menemukan obat yang tepat pasti akan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhannya. Sebab semua orang percaya,bahwa waktu adalah obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan luka. namun,tidak selamanya berhasilkan? (First,Ff JongJoo Couple :) )
All Rights Reserved
#33
brokenhearted
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 4 WALLS
  • Don't Look Back
  • THAT TIME
  • Our Journey To Love
  • Tiantang Hua (Flower of heaven)  [END]
  • Escapism: Love At 21st Century
  • Did you love me? | MinWon
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Still Holding On #KSJ✔
4 WALLS

Pernikahan ini tidak akan pernah bisa berhasil, pikir Yunho. Bagaimana bisa? Ketika dirinya masih terbelenggu oleh rasa pada cinta pertamanya, Go Ahra. Seharusnya Yunho masih bisa mengejar Ahra yang pergi darinya. Seharusnya Yunho masih bisa meyakinkan Ahra untuk tetap di sisinya. Tapi sekali lagi, bagaimana ia bisa? Ia telah dijodohkan dengan seorang aktor terkenal berwajah cantik yang langsung dibencinya sejak pertemuan pertama mereka. Kim Jaejoong. Yunho bersumpah, ia akan membuat Jaejoong menderita di hari-hari kehidupan mereka setelah pernikahan. Eoh, tapi sepertinya Jaejoong tidak peduli. Buktinya pria cantik itu santai-santai saja walaupun selalu ikut terpancing emosi karena perbuatan Yunho. Tidak hanya pria menyebalkan itu kan, yang bisa memiliki cinta pertama? Yunho hanya tidak tahu---semua orang hanya tidak tahu, tentang rahasia yang disimpan Jaejoong rapat-rapat. Makanya semua orang menganggap namja cantik itu tidak merasa sakit sama sekali karena Yunho. . . . "Jung Yunho? Ya, aku pernah menikah dengannya. Tapi sekarang kami sudah bercerai, katanya dia sedang mengejar cinta pertamanya yang menolaknya waktu itu. Eoh? Sakit hati? Tidak, sama sekali tidak" Karena untuk apa sakit hati kepada hal yang bahkan tidak pernah mengetuk hatimu sedikit saja? . . . You silently approach me, a mirage that is spread only before me And I had the answers now but now they mean nothing because these walls caught me here with something I can't take my eyes off for even a moment, you're beautiful

More details
WpActionLinkContent Guidelines