CINTA DALAM ALUNAN MUSIK

CINTA DALAM ALUNAN MUSIK

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 21, 2016
"Alunan demi alunan musik kau lantunkan, membawa kakiku berjalan dan mencari asal suara . Aku berhasil menemukan sosokmu bersama dengan gitar yang kau mainkan. Aku jatuh Cinta, jatuh Cinta pada musikmu dan tentu juga jatuh Cinta padamu." -Clara Bagi Clara musik memiliki arti tersendiri dalam hidupnya. Alunan musik mampu membuat seseorang menangis, tertawa, ceria, bahagia. Bahkan alunan musik berhasil mempertemukan nya dengan Farel. Pemuda yang mampu membuatnya jatuh hati dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Semua berawal dari alunan musik yang terdengar dari ruangan musik. Membawa clara kedalam lingkaran Cinta. Apakah Farel juga mencintai Clara? Atau Cinta Clara hanya bertepuk sebelah tangan? BACA TERUS CERITANYA JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT
All Rights Reserved
#25
gitar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • Story Of Sabiya [End]
  • The feeling's gone
  • Kalau Saja Kita Sama
  • Amor caecus: Cinta itu Buta [END]
  • Se-Mengalir-nya
  • Cinta Terakhir
  • Simfoni Tangga Nada
  • TROUBLEMAKER
  • Lentera Cinta

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines